Syukuran HUT ke-53 SPSI, Pengurus KSPSI Bekasi Siapkan Agenda Besar Pasca-Idulfitri
Perwakilan Pengurus PUK dan PC SPA bersama Perwakilan Pengurus DPC KSPSI Kabupaten/Kota Bekasi menggelar syukuran sederhana dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), Jumat (20/2/2026). Kegiatan yang d
Bekasi, 20 Februari 2026, lemtvbekasi.id - Perwakilan Pengurus PUK dan PC SPA bersama Perwakilan Pengurus DPC KSPSI Kabupaten/Kota Bekasi menggelar syukuran sederhana dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), Jumat (20/2/2026). Kegiatan yang dirangkai dengan buka puasa bersama tersebut berlangsung di Aula DPC SPSI Bekasi, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kota Bekasi, dan dihadiri sekitar 50 orang perwakilan PC SPA di bawah naungan DPC KSPSI Bekasi.
Suasana acara berlangsung sederhana namun penuh khidmat. Para pengurus dan anggota yang hadir tampak memanfaatkan momentum ini sebagai ajang mempererat silaturahmi sekaligus merefleksikan perjalanan panjang organisasi serikat pekerja yang telah berkiprah lebih dari lima dekade dalam memperjuangkan hak-hak buruh di Indonesia. Selain menjadi peringatan hari lahir organisasi, kegiatan ini juga bertepatan dengan bulan suci Ramadan, sehingga nuansa kebersamaan dan spiritualitas semakin terasa.
Ketua Panitia HUT SPSI ke-53 di lingkungan DPC KSPSI Bekasi, Rohmat Rantolo, dalam laporannya menyampaikan bahwa peringatan kali ini memang dikemas secara sederhana sebagai pembuka rangkaian kegiatan. Ia menjelaskan bahwa puncak peringatan HUT ke-53 SPSI akan digelar pada 4 April 2026 setelah Idulfitri, dengan agenda yang lebih besar dan melibatkan lebih banyak peserta.
“Rapat kedua panitia sudah berjalan dengan baik. Rencananya pada puncak acara nanti kami akan menghadirkan dai kondang Bekasi, Ustaz Tile, sekaligus menggelar santunan untuk anak yatim dan pemotongan tumpeng sebagai wujud rasa syukur,” ujarnya di hadapan peserta yang hadir.
Menurut Rohmat, rangkaian kegiatan HUT ke-53 ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum untuk memperkuat konsolidasi internal organisasi. Ia berharap seluruh elemen SPSI di Bekasi, baik di tingkat PUK, PC SPA, maupun DPC, dapat semakin solid dan kompak dalam menghadapi berbagai tantangan ketenagakerjaan yang terus berkembang.
Sementara itu, Ketua DPC KSPSI Kabupaten/Kota Bekasi, R. Abdullah, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas kesempatan berkumpul kembali di bulan Ramadan yang penuh berkah. Ia menegaskan bahwa tanggal 20 Februari memiliki makna historis bagi gerakan serikat pekerja di Indonesia, karena ditetapkan sebagai Hari Pekerja Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 9 Tahun 1998 atas perjuangan SPSI.
“Momentum ini bukan sekadar perayaan, tetapi harus menjadi ruang refleksi bersama. Ada empat hal yang perlu kita maknai, yakni refleksi dan evaluasi atas perjalanan organisasi, apresiasi terhadap perjuangan para pendahulu dan anggota, pembaruan dalam strategi gerakan, serta membangun citra organisasi yang lebih baik di tengah masyarakat dan dunia usaha,” tegasnya.
Abdullah juga menyoroti pentingnya peningkatan jumlah keanggotaan sebagai kekuatan utama serikat pekerja. Ia mengingatkan bahwa eksistensi dan daya tawar organisasi sangat ditentukan oleh soliditas dan besarnya basis anggota.
“Kita tidak ingin SPSI menjadi serikat pekerja gurem. Dengan keanggotaan yang besar dan solid, posisi tawar kita di hadapan perusahaan maupun pemerintah akan semakin kuat dan dihargai,” katanya, yang disambut anggukan para peserta.
Usai sambutan Ketua DPC, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi santai yang dipandu oleh Guntoro, yang juga menjabat sebagai anggota Dewan Pengupahan Kabupaten Bekasi. Didampingi anggota dewan pengupahan lainnya, ia membuka ruang dialog interaktif seputar isu pengupahan yang saat ini menjadi perhatian utama pekerja di wilayah Bekasi.
Dalam diskusi tersebut, berbagai persoalan mengemuka, mulai dari dasar dan formula penetapan upah minimum, mekanisme perundingan bipartit dan tripartit, hingga potensi perubahan kebijakan apabila terjadi revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan yang berdampak pada sistem pengupahan di Kabupaten dan Kota Bekasi. Para peserta juga menyoroti kebijakan Gubernur Jawa Barat terkait upah sektoral yang dinilai masih menjadi tantangan dalam mendorong peningkatan kesejahteraan pekerja, khususnya di sektor-sektor industri tertentu.
Diskusi berlangsung dinamis, namun tetap dalam suasana kekeluargaan. Para perwakilan PUK dan PC SPA menyampaikan pandangan serta pengalaman mereka di perusahaan masing-masing, terutama terkait implementasi kebijakan pengupahan dan hambatan yang dihadapi di lapangan. Sesi ini dinilai penting sebagai bagian dari konsolidasi dan penyamaan persepsi dalam memperjuangkan kepentingan anggota.
Menjelang waktu berbuka puasa, acara diisi dengan kajian agama yang disampaikan oleh seorang ustaz. Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan bahwa perjuangan serikat pekerja tidak hanya membutuhkan strategi dan kekuatan organisasi, tetapi juga keikhlasan dan integritas. Ia mengutip pesan Al-Qur’an bahwa Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang berupaya mengubahnya.
Pesan tersebut menjadi penguat semangat bagi seluruh pengurus dan anggota serikat untuk terus berbenah, meningkatkan kapasitas diri, serta menjaga solidaritas organisasi. Nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong yang menjadi ciri gerakan pekerja diharapkan tetap terpelihara di tengah dinamika hubungan industrial yang semakin kompleks.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan dan kekuatan dalam menjalankan amanah organisasi. Setelah itu, seluruh peserta melaksanakan buka puasa bersama dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.
Momentum syukuran HUT ke-53 SPSI ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi tahunan, tetapi juga mempertegas komitmen DPC KSPSI Kabupaten/Kota Bekasi beserta seluruh jajarannya untuk terus memperjuangkan hak dan kesejahteraan pekerja secara berkelanjutan. Dengan semangat refleksi, pembaruan, dan solidaritas, SPSI di Bekasi diharapkan mampu menjawab tantangan zaman dan tetap menjadi garda terdepan dalam membela kepentingan kaum pekerja.
Reporter : Della - Tim Media Lemtv Bekasi
Penulis : Wakhid K - lemtvbekasi.id
Editor : lemtvbekasi.id
0 Komentar