Bekasi, 3 Oktober 2025, lemtvbekasi.id — Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (K-SPSI)M. Jumhur Hidayat, menegaskan pentingnya memperkuat industri dalam negeri sebagai langkah strategis menjaga kedaulatan ekonomi dan keberlangsungan lapangan kerja bagi buruh Indonesia. Hal tersebut disampaikan dalam Seminar Industri Manufaktur Nasional 2025, yang diselenggarakan oleh DPD FSP LEM SPSI Jawa Barat di Hotel Travello, Kota Bekasi, pada Jumat (3/10/2025).

Dalam sambutannya, M. Jumhur Hidayat menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk memproduksi berbagai kebutuhan industri tanpa harus bergantung pada impor.

“Kita harus dorong industri dalam negeri. Jika kita bisa membuat barang tersebut, kenapa kita harus impor? Gunakan barang dari produksi sendiri, libatkan investor dalam negeri. Dengan begitu, buruh Indonesia akan terus bekerja dan tidak ada lagi PHK,” tegas Jumhur di hadapan peserta seminar.

Lebih lanjut, Jumhur mengungkapkan keprihatinannya terhadap maraknya produk otomotif asing yang membanjiri pasar nasional. Produk-produk tersebut, menurutnya, tidak diproduksi di Indonesia, namun justru diberikan berbagai kemudahan dalam penjualan di dalam negeri.

“Ini adalah masalah serius dan menjadi ancaman bagi industri nasional. Tidak hanya bagi pengusaha dalam negeri, tapi juga bagi serikat pekerja yang memperjuangkan keberlangsungan kerja buruh di sektor manufaktur,” tambahnya.

Ketua K-SPSI tersebut menilai bahwa situasi ini harus menjadi perhatian pemerintah agar segera disusun regulasi yang berpihak kepada industri nasional. Ia menegaskan pentingnya keberpihakan kebijakan negara terhadap penguatan industri lokal dan perlindungan tenaga kerja Indonesia.

“Kita dorong pemerintah untuk membuat regulasi yang jelas dan berpihak. Jangan sampai industri dalam negeri mati karena kebijakan yang terlalu longgar bagi produk impor,” ujarnya.

Acara Seminar Industri Manufaktur Nasional 2025 ini dihadiri oleh berbagai unsur penting yang menjadi representasi tripartit industri nasional. Dari unsur pemerintah, hadir Prof. Yassierli, Ph.D mewakili Kementerian Ketenagakerjaan (KEMENAKER); dari unsur pengusaha, hadir Bob AzamWakil Ketua Bidang Ketenagakerjaan APINDO; serta dari unsur akademisi, hadir Dr. M. Rizal Taufikurahman, Ekonom dari INDEF.

Selain itu, seminar juga dihadiri oleh perwakilan serikat pekerja, pengusaha, dan akademisi dari berbagai wilayah Jawa Barat, yang bersama-sama membahas arah kebijakan industri nasional agar lebih berpihak pada penguatan produksi dan peningkatan daya saing tenaga kerja Indonesia.

Pesan kuat M. Jumhur Hidayat menegaskan bahwa kemandirian industri nasional adalah fondasi bagi kesejahteraan buruh dan ketahanan ekonomi bangsa, sekaligus panggilan bagi seluruh elemen bangsa untuk memperjuangkan kebijakan ekonomi yang berdaulat, berkeadilan, dan berpihak pada pekerja Indonesia.