Konsolidasi dan Pendidikan Anggota: PUK SP LEM SPSI PT. Dharma Precision Parts Perkuat Soliditas dan Pemahaman Organisasi
Dalam upaya memperkuat soliditas dan memperdalam pemahaman organisasi di kalangan anggota, PUK SP LEM SPSI PT. Dharma Precision Parts menyelenggarakan kegiatan Konsolidasi Anggota dan Pendidikan untuk PLENO serta Anggota yang berlangsung di Gedung Trainin
Bekasi, 5 Oktober 2025, lemtvbekasi.id — Dalam upaya memperkuat soliditas dan memperdalam pemahaman organisasi di kalangan anggota, PUK SP LEM SPSI PT. Dharma Precision Parts menyelenggarakan kegiatan Konsolidasi Anggota dan Pendidikan untuk PLENO serta Anggota yang berlangsung di Gedung Training Center FSP LEM SPSI Kabupaten/Kota Bekasi.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus, anggota, serta perwakilan dari DPC FSP LEM SPSI Kabupaten/Kota Bekasi. Acara dibuka dengan sambutan dari perwakilan Ketua PUK, Bung Asep Ridwan, yang menegaskan pentingnya konsolidasi organisasi sebagai upaya menyatukan persepsi dan memperkuat perjuangan bersama.
“Kita harus menjaga kekompakan karena tantangan ke depan semakin berat,” tegas Bung Asep dalam sambutannya, menekankan bahwa kekuatan organisasi terletak pada persatuan dan kesadaran kolektif seluruh anggota.
Sementara itu, perwakilan DPC FSP LEM SPSI, Bung Yosep, dalam sambutannya menyampaikan beberapa poin penting, di antaranya memperkenalkan komposisi pengurus DPC FSP LEM SPSI periode 2025–2030, serta memaparkan program pendidikan yang disiapkan oleh DPC bagi anggota, PLENO, dan PUK. Ia juga kembali menekankan pentingnya pengumpulan data base anggota sebagai langkah memperkuat kemandirian organisasi.
Sesi Pendidikan: Komunikasi Organisasi dan Dinamika Regulasi Ketenagakerjaan
Memasuki sesi pendidikan, Bung Agung Teguh Nugroho memaparkan materi bertema “Komunikasi Organisasi”. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa komunikasi merupakan pilar utama dalam membangun organisasi yang sehat dan efektif, baik secara internal maupun eksternal.
“Sebagai organisasi pekerja, komunikasi menjadi alat utama untuk mengelola konflik dan membangun kesamaan arah perjuangan. Pendekatan komunikasi harus mencakup level makro, mikro, hingga individual agar tidak terjadi kesalahpahaman dan disinformasi,” ujarnya.
Bung Agung juga menyinggung pentingnya menegakkan prinsip Hubungan Industrial Pancasila (HIP) yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945, sebagai fondasi hubungan industrial yang adil dan berkeadaban.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Bung Yosep Ubaama Kolin dengan tema “Dinamika Regulasi Ketenagakerjaan: Sebuah Perspektif Meneropong Arah Perubahan UU Ketenagakerjaan yang Baru.” Ia membuka pemaparannya dengan kutipan pidato Presiden Soekarno tentang peringatan bagi bangsa yang kehilangan jati dirinya, menegaskan relevansinya terhadap kondisi ketenagakerjaan hari ini.
Dalam pandangannya, Bung Yosep menyoroti bahwa hukum di era sekarang sering kali digunakan sebagai alat oligarki untuk membungkam suara rakyat. Ia menegaskan bahwa revisi UU Ketenagakerjaan yang merupakan tindak lanjut Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 168/PUU-XXI/2023 harus menjadi momentum bagi seluruh elemen pekerja untuk memperjuangkan regulasi yang berpihak pada buruh.
“Proses pembentukan undang-undang harus melibatkan serikat pekerja. Jika aspirasi tidak diakomodir, maka aksi massa harus menjadi pilihan agar suara pekerja tidak diabaikan,” tegasnya.
Konsolidasi Internal: Menyatukan Langkah dan Strategi
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi konsolidasi internal, di mana seluruh peserta berdiskusi dan membahas berbagai isu strategis organisasi, termasuk penguatan struktur dan strategi perjuangan menghadapi dinamika ketenagakerjaan ke depan.
Melalui kegiatan ini, PUK SP LEM SPSI PT. Dharma Precision Parts berharap seluruh anggota dapat memiliki pemahaman yang lebih mendalam mengenai organisasi, meningkatkan komunikasi yang efektif, serta memperkuat solidaritas dalam memperjuangkan hak dan kesejahteraan pekerja.
0 Komentar