Ribuan Buruh BBM Gelar Aksi Solidaritas di PT Nirwana Lestari, Tuntut Cabut PHK 23 Karyawan
Ribuan buruh yang tergabung dalam berbagai federasi serikat pekerja dan berhimpun dalam aliansi BBM (Buruh Bekasi Melawan) menggelar aksi solidaritas di depan pintu gerbang PT Nirwana Lestari. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap dugaan un
BEKASI, lemtvbekasi.id – Ribuan buruh yang tergabung dalam berbagai federasi serikat pekerja dan berhimpun dalam aliansi BBM (Buruh Bekasi Melawan) menggelar aksi solidaritas di depan pintu gerbang PT Nirwana Lestari. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap dugaan union busting atau pemberangusan serikat pekerja yang diduga dilakukan oleh pihak perusahaan terhadap 23 karyawan.
Dari total 23 karyawan tersebut, diketahui 6 orang merupakan pengurus PUK dan 17 orang lainnya adalah anggota serikat pekerja PUK FSP RTMM. Kaum buruh menilai tindakan pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan perusahaan sarat dengan dugaan pelanggaran hak berserikat dan bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Aksi solidaritas ini dilaksanakan secara damai dan tertib mulai pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB. Ribuan buruh memadati area depan gerbang perusahaan sambil menyuarakan tuntutan agar perusahaan segera mencabut PHK terhadap 23 karyawan tersebut dan mempekerjakan mereka kembali.
Meski berjalan dengan tertib, aksi ini diwarnai dengan luapan kekecewaan dan kemarahan kaum buruh terhadap dugaan tindakan union busting yang dinilai mencederai demokrasi di tempat kerja. Ketua DPC FSP LEM SPSI Kabupaten/Kota Bekasi sekaligus Sekretaris Jenderal BBM, Hadi Maryono, S.H., menegaskan bahwa tindakan union busting tidak dapat dibenarkan secara hukum.
“Kami marah dengan apa yang dilakukan oleh pihak perusahaan. Union busting jelas bertentangan dengan undang-undang. Maka hanya ada satu kata, yaitu lawan,” tegas Hadi Maryono di hadapan massa aksi.
Dalam aksi tersebut, BBM menyampaikan tuntutan utama agar PHK terhadap 23 karyawan dicabut dan para pekerja dapat dipekerjakan kembali tanpa syarat. Selain itu, massa aksi juga menuntut adanya itikad baik dari manajemen perusahaan untuk menyelesaikan persoalan ini secara adil dan bermartabat.
Aliansi BBM menilai bahwa berbagai upaya bipartit yang telah ditempuh hingga saat ini belum membuahkan hasil sesuai harapan. Hal ini disebabkan pihak manajemen yang diutus perusahaan dalam perundingan dinilai bukan pengambil keputusan, sehingga proses dialog tidak berjalan efektif.
BBM juga menegaskan akan melakukan aksi lanjutan dengan skala yang lebih besar apabila tuntutan buruh tidak diindahkan oleh pihak perusahaan. Kaum buruh menyatakan komitmennya untuk terus melakukan perjuangan hingga hak berserikat dan keadilan bagi pekerja benar-benar ditegakkan.
Aksi solidaritas tersebut berakhir dengan tertib dan kondusif, serta mendapat pengawalan dari aparat keamanan guna memastikan situasi tetap aman.
0 Komentar