Cikarang, 31 Agustus 2025lemtvbekasi.id – Bertempat di Hotel Sahid Jaya Lippo Cikarang, PUK SP LEM SPSI PT. MMF resmi dibubarkan. Agenda ini merupakan tindak lanjut dari keputusan perusahaan yang menutup operasional pabriknya dan rencana pemindahan kegiatan produksi ke Thailand maupun Jepang.

Acara pembubaran ini dihadiri langsung oleh jajaran DPC FSP LEM SPSI Kabupaten/Kota Bekasi, antara lain:

  1. Hadi Maryono, S.H.
  2. Yosep Ubaama Kolin, S.H.
  3. Teguh Agung Nugroho, S.I.Kom.
  4. Danudin, S.H.
  5. Ahmad Samsul Huda, S.H.
  6. Kartono.

Selain itu, hadir pula jajaran pengurus serta anggota PUK PT. MMF yang selama ini menjadi bagian dari perjuangan organisasi.

Dalam sambutannya, perwakilan DPC menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan perjuangan PUK PT. MMF beserta anggotanya. “Hari ini kita memang dihadapkan pada kenyataan berat, perusahaan resmi menutup pabriknya, dan sesuai amanat anggaran dasar, PUK juga harus dibubarkan. Tetapi perlu kita sadari, meski organisasi ini berakhir, semangat perjuangan kita jangan pernah padam,” ujar salah satu perwakilan DPC.

Lebih lanjut, DPC menegaskan bahwa semangat solidaritas, keberanian, dan dedikasi para anggota PUK PT. MMF merupakan bagian dari sejarah perjuangan buruh yang tidak bisa dihapus. Penutupan ini diharapkan menjadi awal yang baru untuk membuka jalan, kesempatan, dan harapan baru bagi seluruh anggota.

Sementara itu, Ketua PUK PT. MMF, Bung Husen, dalam pernyataannya menyampaikan terima kasih sekaligus permohonan maaf atas segala kekurangan selama masa kepemimpinannya. “Hari ini menjadi momen terakhir kita berkumpul sebagai PUK SP LEM SPSI PT. MMC Metal Fabrication. Pembubaran ini merupakan konsekuensi dari tutupnya perusahaan sekaligus amanat anggaran dasar organisasi. Kami akan segera menyampaikan laporan pertanggungjawaban secara tertulis kepada DPC,” ungkapnya.

Bung Husen juga menekankan bahwa proses perjalanan organisasi penuh dengan suka duka dan perjuangan. Meski hasil kesepakatan PHK belum sepenuhnya ideal, namun itu merupakan upaya terbaik yang telah dilakukan demi anggota. Ia berpesan agar seluruh anggota tetap semangat, menjaga solidaritas, dan terus berjuang demi masa depan yang lebih baik.

 

Harapan dari DPC maupun PUK PT. MMF:

  • Anggota tetap solid meski tidak lagi berada di bawah atap organisasi yang sama.
  • Terus berjuang untuk kehidupan yang lebih baik, baik melalui pekerjaan baru maupun usaha mandiri.
  • Menjaga komunikasi serta jaringan solidaritas dengan DPC dan rekan lainnya.
  • Tidak kehilangan harapan dan harga diri sebagai pekerja.

Acara ditutup dengan suasana penuh haru dan kebersamaan. Meski PUK PT. MMF resmi dibubarkan, namun semangat perjuangan dan solidaritas tetap hidup sebagai bagian dari sejarah pergerakan buruh di Kabupaten Bekasi.