Inflasi September 2025 Tercatat 2,65 Persen, BPS Catat Perbedaan Antarwilayah
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Indonesia secara tahunan atau year-on-year (y-on-y) pada September 2025 sebesar 2,65 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 108,74. Angka ini menunjukkan adanya kenaikan harga barang dan jasa secara
Bekasi, lemtvbekasi.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Indonesia secara tahunan atau year-on-year (y-on-y) pada September 2025 sebesar 2,65 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 108,74. Angka ini menunjukkan adanya kenaikan harga barang dan jasa secara umum dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan data BPS, inflasi y-on-y tertinggi di tingkat provinsi terjadi di Sumatera Utara, yakni sebesar 5,32 persen dengan IHK 111,11. Sementara itu, inflasi y-on-y terendah tercatat di Provinsi Papua sebesar 0,99 persen dengan IHK 104,94. Di sisi lain, BPS juga mencatat terjadinya deflasi y-on-y di Provinsi Maluku Utara sebesar 0,17 persen dengan IHK 108,48.
Pada tingkat kabupaten/kota, inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Kabupaten Deli Serdang yang mencapai 6,81 persen dengan IHK 111,99. Adapun inflasi y-on-y terendah tercatat di Kota Ternate sebesar 0,06 persen dengan IHK 108,70. Sementara itu, deflasi y-on-y pada tingkat kabupaten/kota terjadi di Kabupaten Halmahera Tengah sebesar 1,21 persen dengan IHK 107,51.
Selain inflasi tahunan, BPS juga melaporkan bahwa tingkat inflasi month-to-month (m-to-m) pada September 2025 sebesar 0,21 persen, sedangkan inflasi year-to-date (y-to-d) tercatat sebesar 1,82 persen.
Dari sisi komponen inti, tingkat inflasi y-on-y pada September 2025 tercatat sebesar 2,19 persen. Sementara itu, inflasi komponen inti secara bulanan (m-to-m) mencapai 0,18 persen, dan inflasi year-to-date (y-to-d) sebesar 1,61 persen.
BPS menyatakan bahwa perbedaan tingkat inflasi antarwilayah dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kondisi pasokan dan permintaan, distribusi barang, serta karakteristik konsumsi masyarakat di masing-masing daerah. Data ini menjadi salah satu indikator penting dalam melihat stabilitas harga dan kondisi perekonomian nasional.
Reporter : Tim Media Lemtv Bekasi
Penulis : Wakhid Khoirudin, S.M
Editor : lemtvbekasi.id
0 Komentar